[the_ad_group id=”54″]

 

Aku lelah.

Iya, jika kamu membaca ini, aku lelah dengan keadaanku sekarang.

Bagaimana aku menjelaskannya?

Aku tidak tahu dengan perkembangan yang aku jalani. Masalahnya, aku bahkan tidak tau bahwa aku berkembang atau tidak.

Aku selalu hidup dalam bayang-bayang keluargaku. Tidak, aku tidak membenci mereka. Kenyataannya, aku menyayangi

keluargaku. Bahkan, sayangku itu menjadikan aku selalu menuruti keinginan mereka. Apapun yang mereka katakan harus aku ikuti, jika tidak akan muncul perasaan bersalah pada diriku. Aku tidak bisa menentukan perkembangan karirku sendiri. Karirku terhambat, perasaan bersalah, dan aku kebingungan.

Bagaimana jika kalian menjadi aku?

Aku tidak menyalahkan siapapun. Sungguh. Terkadang aku hanya menyalahkan diriku sendiri. Aku menganggap bahwa perhambatan karir ini semua salahku. Seringkali aku merenung, memikirkan keadaan ini, aku telah berusaha sekuat tenaga, pikiran, dan waktu. Namun, aku tetap merasa gundah.

Selanjutnya, kisah asmaraku.

Aku menyayangi pasanganku. Sungguh. Namun, terkadang aku tidak bisa membagi waktu dengan pasangan dan karir yang sedang aku rintis. Lagi, lagi, aku tidak tau cara menghadapi ini. Bagaimana aku seharusnya bersikap? Aku telah mencoba membuat prioritas yang menurutku sudah ideal, akan tetapi seringkali hal-hal di luar dugaan menjadikan prinsip itu harus dilanggar. Oh, aku sungguh bingung.

Aku tidak ingin menyalahkan siapapun seperti yang aku bilang. Bagiku, ini semua harus dievaluasi kembali. Aku menikmati perjalanan-perjalanan di hidupku. Aku mencoba untuk memperbaiki titik noda yang kuanggap sebagai penghambat perkembangan karirku.

Banyak orang mengatakan bahwa masa muda adalah masa yang penuh rintangan dan kegagalan. Aku akan belajar dari itu semua. Mencoba menghayati bagaimana lika-liku kehidupan tidak semulus jalan tol. Dalam kehidupan ini aku akan menemui tanjakan, lubang, dan hal-hal yang mengganggu perjalanan kita. Akan tetapi, aku tidak ingin hambatan tersebut membuat aku berhenti untuk  melanjutkan perjalanan. Karena yang aku tahu perjalanan masih panjang hingga aku berpulang.

Aku akan mencoba untuk mengevaluasi diri, lingkungan, keluarga, pasangan, dan keadaan social sekitarku. Aku yakin hambatan karir yang sedang aku alami bukanlah hal yang harus aku tangisi. Aku harus belajar kuat. Dan aku berjanji akan bisa melewatinya.

[the_ad_group id=”54″]