[the_ad_group id=”54″]

 

Mengayun langkah bersama

Melewati luka dengan tawa

Canda yang tercipta

Mengukir memori dan cinta

Melewati kehidupan dalam gandeng tangan

Terlukis indahnya hubungan

Bukan cinta dan sisihan

Hanya sebuah teman

Teman dalam duka

Menghibur kala hati hancur

Yang diinginkan hanya bahagia

Karena hati sudah akur

Aku memiliki teman, dia lebih dari sekadar teman untukku. Dia adalah sahabatku. Kalau kamu, punya sahabat? Apa arti sahabat untukmu? Sahabat untukku adalah seorang teman yang selalu ada di saat aku tengah bersedih dan membutuhkan dukungan. Bukan seseorang yang selalu ada saat aku sedang bahagia.

Dia datang dengan tangan terbuka, memelukku yang sedang sedih. Mendekapku erat, membisikkan sebuah mantra. Dukungan. Tempatku berkeluh kesah. Dia akan berusaha memberikan penghiburan yang begitu istimewa saat itu.

Baca Juga :

Saat bahagia pun, dia tidak akan menuntut lebih. Hanya sebuah kebersamaan yang menyertai setiap langkah kami. Kebersamaan itu menciptakan sebuah kenangan indah. Bahkan, orang lain pun bisa menjadi seorang keluarga dibandingkan dengan keluarga itu sendiri.

Komunikasi yang terjalin baik akan menjaga kelanggengan hubungan persahabatan. Mencegah adanya sebuah kesalahpahaman dengan kejujuran dan keterbukaan. Karena bukan tidak mungkin jika sahabat menjadi musuh karena hal sepele. Bisa juga disebabkan hal lain.

Menyempatkan waktu bersama di anatra kesibukan masing-masing akan menjaga kualitas hubungan persahabatan kita. Sehingga salah satu di antara kita tidak akan merasakan kehilangan atau kesepian saat salah satu sahabat kita sibuk dengan dunianya.

Persahabatan juga butuh komitmen, kok. Bukan hanya cinta. Karena itu, aku akan sering-sering meminta untuk menyempatkan waktu bersama sahabat. Karena kita tentu tahu, bahwa banyak persahabatan yang pudar karena kurangnya intensitas pertemuan dan komunikasi. Sama halnya dengan cinta, kan?

Kejujuran dalam berkomunikasi pun penting untuk menjaga hubungan persahabatan kami. Karena aku juga ingin memiliki seorang sahabat yang selalu mendukungku di saat sedih, bukan hanya datang pada saat aku bahagia. Komunikasi juga bisa menyebabkan hancurnya hubungan persahabatan.

Terkadang, aku pun merasakan cemburu jika sahabatku memiliki teman lain yang dekat seperti diriku. Namun, aku berusaha meredamnya. Karena kami pribadi yang berbeda, aku seharusnya mendukungnya bukan malah mencemburuinya. Karena ia akan selalu ada untukku saat aku terluka. Mendukungku dengan sepenuh hatinya.

Hubungan persahabatan kami pun tak lepas dari pertengkaran, tapi kami tahu. Jika tidak ada bertengkar, lalu kapan hubungan kami akan lebih erat lagi. Bukankah akan selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa? Pun dengan persahabatan.

Brrgengkar itu sudah biasa dalam sebuah hubungan. Kemudian saling maaf-maafan dan kembali akur. Dari peristiwa itu, pasti kita akan lebih dekat lagi. Akan ada rasa saling menjaga lebih kuat dari sebelumnya. Selain itu, dari peristiwa itu pula kita belajar. Bagaimana harus bersikap untuk menjaga persahabatan tetap utuh.

Sadar diri jika persahabatan bukanlah sebuah ajang kompetisi pun perlu ditekankan. Karena rasa ingin mengalahkan akan membuat kondisi persahabatan buruk. Bukan hanya itu, sahabat juga butuhs perhatian khusus. Misalnya saja sewaktu ia tengah terluka. Saat itulah kita datang, mengulurkan tangan, membukanya lebar-lebar dan mendekapnya erat. Memberikan dukungan dan menghiburnya.

Persahabatan sejati, tidak akan dilihat dari bagaimana orang itu bisa memiliki banyak teman. Karena sejatinya, sahabat itu hanya akan ada di samping kita saat kita tengah terluka. Bukan pada saat bahagia.

 

[the_ad_group id=”54″]