AKU SUDAH BAHAGIA

Kamu..

Apa kabar?

Aku harap kamu baik baik saja ya tanpa aku.

Bagaimana kisah mu setelah tidak Bersama dengan ku?

Apakah kisah mu berjalan semulus kisah ku?

Yaa..

Aku disini sudah Bahagia tanpa mu. Aku sudah mendapat yang lebih baik dari kamu. Teringat dulu kata kata yang kamu ucapkan kepada ku “Semoga kamu dapat yang lebih baik dari aku”. Dan lihat? Ucapan mu sekarang dikabulkan oleh tuhan, tuhan masih baik kepada ku.

 

Aku sudah Bahagia dengan pengganti mu. Apa yang aku tidak dapat dari mu, aku dapatkan pada orang yang saat ini Bersama ku.

 

Seperti perhatian mu yang tidak sepenuh nya kau berikan pada ku, aku yang selalu disembunyikan dari teman atau pun keluarga mu, kamu yang selalu open ke semua perempuan. Sebetulnya aku tidak apa, tapi aku hanya minta satu waktu itu, aku ingin di hargai, aku ingin di akui, apa aku salah meminta itu semua dari kamu?

 

Disaat kamu butuh, aku selalu bantu selagi aku mampu. Aku selalu ada di samping mu saat kamu benar benar terpuruk. Tapi saat aku yang membutuhkan mu? Kau tidak pernah ada. Disaat aku merasa terpuruk, kamu bahkan tidak tau aku menangis tiap malam bukan?

 

Menangisi sesuatu yang membuat diriku merasa aku tidak berguna di dunia ini, saat itu seharusnya kamu memberikan aku support agar aku bisa menjalani hari – hari ku seperti biasa. Tapi? Apa daya, kamu sepertinya memang tidak peduli.

 

Saat itu, hampir setiap malam aku memikirkan bagaimana agar kita tetap baik – baik saja. Aku memikirkan bagaimana agar hubungan ini tidak berat sebelah, dalam artian hanya aku disini yang berjuang.

 

Saat itu aku tau, aku paham betul ending seperti apa yang kita akan alami nanti. Namun, aku tetap menahan sekuat hati agar kamu tidak pergi. Menggenggam yang seharusnya sudah tidak pantas aku pertahankan.

 

Pada saat itu juga, otak dan hati bergemuruh. Saling egois satu sama lain.

Otak yang berfikir, seharusnya aku melepaskan mu sejak dari dulu. Namun, ditahan oleh hati, karena perasaan yang aku miliki masih sama seperti saat kita pertama kali menjalin kasih.

 

Dan pada akhirnya aku menyadari bahwa tidak seharusnya kau tetap bersamamu, karena sudah terlalu banyak sakit hati yang sudah aku alami selama aku bersamamu.

 

Terimakasih atas perlakuan mu yang membuat ku sadar, bahwa tidak seharusnya aku mencintai seseorang terlalu dalam. Kamu mengajarkan aku bagaimana mencintai diri sendiri, mengajarkan ku untuk mementingkan hati ku sendiri dan ya sekarang aku sadar.

Aku harap kamu bisa baik – baik saja tanpa ku.