Apakah semuanya bagimu hanya permainan?

Beberapa orang sering datang dan pergi. Bersikap seolah peduli lalu hilang tak pernah mengabari. Terkadang, aku heran dengan orang seperti ini, maunya apa?

Jika ada seseorang yang berusaha mendekatimu, janganlah malah cuek dan menjauh untuk pura-pura seakan jual mahal. Perasaan bukan sekedar tarik ulur, aku manusia yang bisa merasakan sakit hati dan merasa tidak dihargai.

Aku mencoba untuk mengenalmu lebih jauh, apabila kamu tidak suka bisa katakan saja. Namun, bukan menghilang tanpa kabar. Bingung tiada henti aku dibuatnya, sekali lagi aku tanya: Maunya apa?

Perasaan ini bukan soal tarik ulur. Awalnya kamu perhatian, lalu tiba-tiba saja pergi. Mengapa tidak pernah ada alasan? Apakah semuanya bagimu hanya permainan?

Kini kamu datang kembali.
Kamu mencariku lagi, mencoba untuk memperbaiki semuanya yang telah kamu tinggalkan. Setelah semua ini, kamu berharap aku membuka hati kembali? Tentu saja tidak mudah. Aku telah mempercayaimu awalnya, namun kamu malah merusak semuanya. Kamu merusak harapanku, aku telah memberikan semua perjuanganku buatmu, semua aku lakukan demi kamu.

Kembalinya kamu membuat aku bingung. Kamu datang kembali bagai seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Kamu tidak merasa bersalah setelah meninggalkanku tanpa alasan?

Perasaan tidak sebercanda itu. Bukan soal bosan lalu pergi, di sini ada perasaan anak manusia yang bisa terluka bila disakiti.

Kembalinya kamu tanpa merasa bersalah membuatku lebih banyak bertanya, apa memang inikah permainanmu? Apa kamu ingin menyakitiku kembali? Atau kamu benar-benar ingin mengubah jalan cerita kita kembali?

Bukanlah suatu yang mudah menerima seseorang kembali yang pernah pergi. Mereka yang pernah pergi lalu kembali  pernah menorehkan luka. Lalu, mereka datang kembali bagai bayi yang tidak ada dosa. Di manakah perasaanmu?

Berkali kali aku berusaha untukmu, namun tetap saja kamu pergi.
Sekarang kamu kembali, tanpa ada rasa bersalah.
Cobalah untuk intropeksi diri, melihat kembali ke dalam diri sendiri, lihatlah perlakuanmu kepada orang: apakah itu pantas?

Jika sudah, apakah kamu tetap merasa tidak bersalah?