Bagaimana caramu menghadapi kegagalan?

Mari kuberitahu teman, bahwa kegagalan itu adalah hal biasa. Dalam kehidupan, kita akan sering menemui kegagalan. Gagal dalam hubungan, gagal dalam pekerjaan, gagal dalam belajar, atau gagal dalam dunia perkuliahan. Semua orang pernah mengalami kegagalan. Hal itu pasti. Namun, tidak semua orang bisa menerima dengan lapang dada kegagalan.

Berulang kali kita jatuh, gagal mendapat nilai yang terbaik padahal sudah belajar dan berusaha keras. Kecewa, sedih, merasa bodoh pasti kita rasakan. Terkadang, berlarut-larut seakan kita sangat merasa bodoh dan tidak berguna. Namun, apakah semua itu bisa mengobati kegagalan kita?

Tegakkan kepala dan lihatlah ke depan. Aku tahu rasanya tidak gampang, kegagalan bukanlah hal yang mudah kita terima. Kita pasti merasa bahwa telah melakukan yang terbaik dan hal yang paling kita bisa, namun kenyataan berkata lain. Hal yang terbaik adalah: mencoba lagi.

Gunakanlah jatah kegagalan kita ketika masih muda. Kegagalan dalam ujian hal yang biasa. Bukan berarti kamu bodoh dan tidak berusaha. Banyak faktor yang mungkin menyebabkan kamu gagal, yang terpenting adalah: kamu sudah berusah sebaik-baiknya. Maka, anggaplah proses belajarmu sebagai pelajaran yang penting dalam hidup. Tetap semangat dan terus mencoba.

Banyak pemikir besar dan ilmuwan yang pernah gagal. Berulang kali Einstein ditolak sana sini karena dianggap bodoh, nyatanya dia adalah ilmuwan yang jenius. Tentu, kita bisa meniru sikap pantang menyerah Einstein yang tidak pernah takut gagal. Bahwa manusia adalah makhluk yang berakal dan terus mencoba.

Maka teman, apabila kamu merasa sedih karena kegagalan yang dialami. Aku menjadi pundakmu untuk bersandar, bahwa temanmu ini akan selalu menyemangatimu: Jangan pernah menyerah!

Hidup kita masih panjang, kegagalan bukanlah halangan. Ingat pepatah: Masih ada 1000 jalan menuju Roma. Begitu pun hidup. Kegagalanmu dalam satu ujian atau satu hal tidak membuat hidupmu gagal, hanya saja kamu perlu lebih keras mencoba.

Angkat kepalamu dan jangan pernah bersedih. Mari kita coba lagi! Karena kegagalan adalah batu loncatan untuk kita lebih berani dan hidup di dunia ini.