Bagaimana kabar mu?

Kamu. Bagaimana kabar kamu sekarang?

Baik?

Setelah berpisah dengan ku, apakah kamu baru merasa kehilangan sekarang? Apakah kamu sekarang sadar bahwa sebenarnya, aku yang selalu mengerti akan dirimu.

Oh iya, sampai sekarang pun aku selalu bertanya pada tuhan. Apakah ada peluang untuk kita kembali? Apakah akan ada saatnya, kita perbaiki semua lubang di hubungan kita?

Jika memang peluang itu ada, aku harap kamu bisa menjadi pribadi yang lebih memahami ku, menjadi pribadi yang sangat aku sukai.

Dan jika memang tidak, aku harap tuhan bisa membantu ku menghapus semua perasaan yang tertinggal dalam hati. Aku harap tuhan bisa membantuku melupakan semua yang sudah kita lalui bersama.

Walaupun sebenarnya melupakan mu itu tidak mudah untukku. Tapi entah kenapa semakin aku mengingat mu, semakin tercabik – cabik hati ini. Sangat perih.

Sebenarnya aku ingin meluapkan semua yang selama ini aku pendam. Tentang perasaan sakit, atas apa yang kamu lakukan pada ku. Selama 1 tahun aku memendam semuanya, apa kamu tau itu? Sepertinya tidak kan.

Aku tau sebenarnya, memendam itu tidak baik untuk hati ku. Tapi, disini aku memendam agar semua bisa baik baik saja. Aku memendam karena aku takut. Takut jika konflik akan muncul.

Kata orang, memendam itu bisa menimbulkan penyakit hati. Tapi, apa aku salah? Jika itu aku lakukan untuk kita berdua. Aku merasa jika aku pendam semuanya, itu akan lebih baik.

Seandainya dulu kamu bisa lebih memahami perasaan ku. Menyayangi ku dengan tulus. Menerima aku apa adanya. Mungkin sampai saat ini, sampai detik ini, kita masih bisa bersama. Kita masih bisa menjalin kisah yang lebih baik.

Aku bukan memang manusia yang sempurna, tapi aku bisa menyayangi mu dengan tulus. Bisa menerima semua sifat buruk mu. Walau akhirannya memang aku yang tidak kuat, karna lelah menghadapi kamu.

Aku harap kamu bisa merubah sifat mu yang buruk itu. Agar wanita setelah aku, tidak seperti diriku. Tidak menangis setiap malam.

Semoga setelah ini, kita sama sama bisa intropeksi diri sendiri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Dan satu lagi. Semoga kamu tetap sehat ya. Sekarang kamu bisa bebas sesuka hati mu. Sekarang kamu tidak perlu berargumen lagi dengan ku.

Jangan lupa tetap beribadah, berdoa pada tuhan. Tetap semangat dalam menghadapi apapun. Pesanku tetap sama kan seperti yang dulu. Tidak pernah berubah bukan? Begitu juga dengan perasaan ku. Masih dengan perasaan yang sama.