[the_ad_group id=”54″]

 

Bagaimana rasanya jadi yang kedua?

Aku terluka.

Kita selalu bersama, kemana aku pergi kamu pun ada. Kamu tahu? Kita bagaikan permen karet yang menempel di telapak sepatu. Sangat erat dan susah terlepaskan. Aku telah menjadi kotak suaramu yang selalu mendengar keluh kesahmu, bahagiamu, dan segala cerita yang tiada pernah habisnya. Aku menjadi tujuanmu ketika semua terasa tiada artinya. Tapi, mengapa kamu menjadikanku sebagai pilihan kedua?  Siapakah aku di matamu?

Jika memang kamu ingi  pergi bersama yang lain, mengapa kamu berusaha merajut benang kasih di antara kita berdua? Serius, aku masih tidak mengerti mengapa kamu tega melakukan ini kepadaku. Pergi bersama yang lain, meninggalkan aku dan luka yang telah kamu gores ke hati ini.

Jangan bilang aku yang terlalu kepedean. Bukan, aku tidak begitu.  Aku tahu hubungan kita sudah ke mana. Namun, mengapa kamu masih tega melakukan itu?

Aku masih ingat bagaimana ekspresimu ketika melihat pesan dari orang tersebut. Senyummu tampak lebar ketika membacamu. Sejak saat itu aku telah mengerti bahwa aku hanya menjadi pelarianmu.

Bagaimana aku bisa bertahan dengan semua ini?

Aku ingin memberitahu suatu hal:

Jangan pernah memainkan perasaan orang lain. Jangan. Tahukah kamu bahwa untuk menyembuhkan hati yang terluka itu butuh waktu yang sangat lama? Bahwa untuk menghapus kenangan itu sangatlah tidak mudah?

Aku bukan rumah keduamu. Aku bukan tempat pelarianmu. Aku bukan tempat singgah yang di mana tempat kamu berhenti lalu kamu pergi lagi. Aku ingin menjadi tujuan berhentimu, bukan tempat transit. Namun, takdir berkata lain.

Hari itu, aku telah memutuskan untuk mulai melupakan akan hubungan yang pernah kita jalin. Aku telah menganggap kamu telah pergi. Tiada orang yang suka menjadi yang kedua. Kan kita tahu bahwa hubungan itu hanya untuk dua orang? Lalu, mengapa kamu menjadikanku sebagai pelarianmu?

Jika kamu memang lebih bahagia bersamanya, maka pergilah. Biarlah aku menjalani hidupku kembali tanpamu. Aku menjadi seseorang yang baru, tanpa kamu.

[the_ad_group id=”54″]