Bagaimana rasanya menjadi posesif?

Posesif bukanlah sebuah kebanggaan. Perasaan ini bagaikan parasit yang sulit dihilangkan. Terkadang sulit membedakan bagaimana perasaan sayang yang mendalam atau apakah itu sebenarnya posesif?

Posesif bukanlah tanda cinta. Ia tanda ketakutan yang tidak jelas akarnya. Ketika kita mempunyai pasangan, bukan berarti pasangan kita kehilangan kebebasannya. Mereka yang berpikir bahwa cemburu atau posesif adalah tanda sayang merupakan orang-orang yang bermasalah: kamu pacarnya atau sipir penjara

Beberapa kali ada quotes yang berseliweran di timeline: Jika kamu menyukai sekuntum bunga, jangan cabut bunga tersebut. Karena bila dicabut bunga tersebut akan mati, namun peliharalah bunga tersebut dengan merawatnya dan biarkan dia mekar dengan sendirinya.

Begitu pun dengan sifat posesif. Perasaan posesif ibaratnya mencabut bunga tersebut. Posesif akan “mematikan” rasa. Posesif tidak memberikan ruang di dalam harapan. Ia memperkecil harapan tersebut menjadi suatu yang tidak terlihat dan lama-lama menghilang. Perasaan sayang dan cinta itulah yang akan sirna.

Tiba-tiba pikirku kembali ke masa lalu:

Masa di mana perasaan posesif belum muncul. Hubungan dan cintaku terasa sangat alami. Tidak ada drama, tangisan, atau pertengkaran. Aku mencoba mengingat di mana aku belum menjadi sangat posesif.  Dan aku tersadar bahwa memang posesif ini adalah duri dalam daging.

Untuk kalian yang saat ini sedang dalam hubungan. Hindarilah sifat posesif ini. Mengapa? Posesif hanyalah merusak hubungan. Beri pasanganmu kebebasan, kepercayaan, dan tetaplah jalin komunikasi yang baik satu sama lain. Pasangan bukanlah tahanan yang di dalam penjara yang tidak mempunyai kebebasan. Berilah pasanganmu ruang. Cobalah untuk saling mengerti. Bangun cinta di atas kepercayaan dan yakinlah bahwa kepercayaan tadi adalah kunci dalam langgengnya hubungan.

Datangku di masa yang membuat aku tersadar: Cinta adalah kekuatan yang tidak boleh dinodai dengan posesif setitik apapun itu. Hal ini membuatku untuk mengenal lebih jauh pasangan dan hubungan kami. Saling belajar dan memaafkan, cinta hadir di dalam ruang hati anak manusia yang saling percaya dan menghargai satu dan lainnya.