[the_ad_group id=”54″]

 

Aku terpaku memandang ayu parasmu

Hanya dengan mendengar suaramu

Jantung ini laksana gandrang

Tertabuh begitu kencang

 

Melihat senyum menawan gisikmu

Bungah hatiku merinai benih rindu

Tak melihatmu dalam netraku

Aku kehilangan sosokmu

 

Oh Dewi Kama ….

Jangan kaupanah manahku dengan cinta

Tiada sanggup diri ini menerima

Agungnya sebuah rasa

Tiada mampu tertandingi

Walau aku memohon diri

 

Bolehkah aku meminta?

Sejenak tuk singkirkan rasa

Agar sentiasa aku berdiri tegak

Karena hatiku mulai berderak

Kala kamu telah dimiliki orang

Aku? Hanya mampu menampung mendung

 

Entah bagaimana perasaan kalian jika berada di posisiku. Pertama kali jatuh cinta sudah merasakan patah hati seperti ini. Hei … jangan kalian kira aku tidak berusaha untuk mendapatkan dia yang kusuka. Aku berusaha, tapi jika Tuhan berkata lain bagaimana?

Pertama kali melihatnya dalam balutan gaun berwarna biru muda, parasnya ayu rupawan memancarkan cahaya kecantikan. Aku terpesona dalam buaiannya. Hingga tak sadar kalau kaki ini melangkah cepat demi bisa berhadapan dengannya dan berkenalan.

Siapa sangka dari pertemuan tersebut kami mulai akrab. Tak mendengar suaranya dan melihat senyumnya membuat hatiku merasakan benih-benih lain tumbuh. Namun, aku lupa bahwa aku hanyalah manusia biasa yang bisa saja salah jatuh cinta. Dewi Kama terlalu baik, hingga menciptakan dia begitu sempurna di mataku.

Panahnya menancap tepat di jantungku. Hingga sebuah kenyataan menyentak diriku. Dia sudah ada yang punya. Hatiku langsung hancur lebur. Pernahkah kalian merasakan hal yang sama? Ya Tuhan … ternyata kita memiliki kisah yang sama. Aku tahu bagaimana rasa sakitnya kala kita sedang benar-benar terjatuh kemudian dipaksa bangkit.

Jangan tanya padaku bagaimana caranya aku bangkit begitu cepat. Cukup yakinkan dirimu, dia memang bukan jodoh yang baik untukmu. Setidaknya, dengan begitu hati kita tak terlalu sakit. Mencoba mengikhlaskan walau hati ingin tetap terus berada di sampingnya.

Manusia memang diciptakan berpasang-pasangan. Memiliki rasa kasih dan sayang. Pun aku yang ingin merasakannya. Tidak ada yang mau jika pengalaman pertama jatuh cintanya berakhir buruk. Karena jatuh cinta tidak bisa kita atur, ingin kita labuhkan pada siapa hari kita.

Cinta, sebuah rasa yang tidak ada kapoknya. Bagaimana ada kapoknya jika kita masih bisa merasakan cinta yang lain setelah mengalami kesakitan? Kata orang, hanya dengan jatuh cinta lagi rasa sakit itu mampu terobati? Apakah benar?

Ada begitu banyak fenomena dalam hubungan asmara. Kita sebut sebagai contoh. Sepasang kekasih yang sering berantem tetapi hubungan mereka langgeng. Kata orang, berantem adalah bumbu-bumbunya cinta. Tanpa berantem hubungan akan terasa hambar. Membosankan.

Baca Juga :

Lagi, sepasang anak adam yang bisa melaju ke jenjang pernikahan hingga maut memisahkan padahal mereka hasil dari perjodohan. Boleh kusebut ini pasangan cinta sejati? Siapa pun orangnya akan menginginkan hal ini. Terlepas dari mereka mencintai atau tidak. Dalam sebuah hubungan asmara juga dibutuhkan komitmen.

Sepasang manusia yang berpisah dari mahligai kehidupan rumah tangga. Ini juga cinta, tetapi masa jodohnya sudah berakhir. Yang namanya jodoh, kita tidak tahu akan jatuh pada siapa dan sampai kapan. Seperti sistem kontrak. Jika berhasil bertahan ya bisa memiliki rumah sendiri. Bisa juga malah berpisah di tengah jalan.

Itulah cinta dan lika-likunya. Kalau aku boleh memilih. Aku ingin jatuh cinta pada orang yang tepat. Sesuai keinginan Tuhan. Yaitu jatuh cinta kepada satu orang dan setia sampai ajal menjemput. Itulah cinta sejati.

[the_ad_group id=”54″]