[the_ad_group id=”54″]

Dalam berpacaran, bumbu yang paling sering kita jumpai adalah berantem. Tidak ada pasangan di dunia ini yang tidak pernah berantem. Pasti semua pasangan pernah merasakannya. Beberapa pasangan menyerah karena keadaan ini, sebagian lagi tetap bertahan karena mereka yakin berantem adalah suatu hal yang biasa. Mencoba untuk bertahan karena saling mencintai satu sama lain.

Tidak mudah memang terkadang mengerti pasangan dan memakluminya. Setiap hari kita mesti belajar untuk memahami bagaimana pasangan kita.Tingkah lakunya, keputusannya, bahkan perasaannya mesti kita amati untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pasangan yang kita cintai ini. Perbedaan pendapat, mood yang tidak menentu, atau terkadang masalah sepele saja bisa membuat pasangan berantem. Menyalahkan satu sama lain, menganggap diri paling benar, bahkan tidak mau mendengar penjelasan pasangan menjadi bensin yang membakar amarah ketika berantem.

Namun, seiring berjalannya waktu, akhirnya kita mulai belajar. Kita saling mengintropeksi diri dan belajar menerima bagaimana pasangan kita. Manusia bukanlah dewa yang bisa sempurna, maka dari itu setiap sudut kekurangan mesti kita terima. Asalkan pasangan tidak melakukan kekerasan, cobalah untuk belajar lebih dalam lagi terhadap pasangan.
Saling memaafkan adalah sebuah kunci kebahagiaan dalam hubungan. Jangan ego menguasai diri. Jika kita berbuat salah? Minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Jika pasangan melakukan kesalahan dan minta maaf? Dengarkan penjelasannya dan maafkan. Selama penjelasannya masuk akal, kenapa kita mesti mempunyai ego yang besar untuk tidak mau memaafkannya?

Baca Juga :

Kunci hubungan yang langgeng adalah mengenal pasangan sebaik-baiknya. Untuk mencapai ke sana,maka cobalah kita saling intropeksi diri masing-masing untuk mengetahui bagaimana antara kecocokan diri kita dengan pasangan. Lalu, saling memahami dan mengerti untuk belajar memaafkan jugalah penting. Hidup dalam perasaan dendam dan tidak mau memaafkan sangatlah tidak tenang. Perasaan kita dibayangi oleh rasa-rasa yang tidak enak.Mulai dari saat ini, cobalah belajar untuk menjadi dewasa dalam hubungan. Jangan lagi seperti anak kecil yang sangat egois dan mau menang sendiri. Percayalah akan rasa cinta di antara dua hati.

[the_ad_group id=”54″]