[the_ad_group id=”54″]

Mengapa cinta disebut seumur jagung? Karena umur jagung tidak sampai satu tahun. Umur jagung hanya sekitar 70 hingga 130 hari. Bisa dikatakan sekitar 2 sampai 4 bulan. Untuk ukuran menjalin kisah cinta waktu 4 bulan terbilang singkat. Begitu juga dengan yang aku rasakan. Kisah cinta yang kilat tidak sampai jagung selesai di panen semua sudah berakhir. Rasa  yang menyentuh palung hati terdalam dan menorehkan luka yang sangat dalam.

Hati siapa yang tidak akan luluh dengan perhatian yang selalu diberikan setiap hari. Dengan gaya bicara yang santun namun menyenangkan. Dengan percakapan yang diselipi rasa humor. Semua orang akan senang bercakap-cakap dengan seorang pria supel yang ramah. Termasuk aku yang gampang simpatik terhadap seseorang.

Hari demi hari, hati yang gersang mulai terasa sejuk karena disirami oleh pujian-pujian. Hati yang dingin mulai terasa hangat karena disinari oleh perhatian dan kasih sayang. Perlahan namun pasti hati ini menemukan kebahagiaannya. Jiwa ini mendapatkan pasangannya. Tangan ini menemukan tempatnya bertaut.

Dan saat yang tepat untuk menerima sebuah rasa cinta akhirnya terjadi juga. Saat mentari hendak meninggalkan peraduannya. Hati ini menemukan pasangannya. Sejak saat itu tak ada kata sendirian, tak ada kegersangan jiwa. Hari-hari semakin indah dengan kehadiran pasangan yang romantis.

Ternyata semua yang indah hanya tampak di permukaan. Dua bulan berselang mulai terjadi intrik yang melibatkan sahabat. Sahabat-sahabatku tidak menyenangi kehadirannya. Menurut mereka dia adalah orang yang arogan, posesif, selalu ingin menang sendiri, senang memonopoli. Aku selalu menepis semua pernyataan mereka. Aku nyatakan itu hanya perasaan mereka saja. Perasaan yang tidak ingin kehilangan sang putri manja.

Memasuki umur ke 70 hari tepat dirinya menyatakan cinta, sikap posesif semakin terasa. Berbeda tipis antara takut kehilangan dengan ingin mengekang. Aku mulai tidak diperbolehkan untuk dekat dengan sahabatku bahkan sahabat-sahabatnya sendiri. Sahabat yang dia perkenalkan padaku. Lingkungan yang diperkenalkan olehnya. Padahal jelas mulanya aku yang merasa sungkan untuk berbaur dengan lingkungannya. Ternyata mereka menyambut baik kehadiranku dan semua tidak terasa canggung.

Memang benar pepatah yang mengatakan rasa cemburu yang berlebihan akan membahayakan. Dan memang itu benar adanya. Rasa cemburu dapat mengekang pergaulan pasangan, sehingga pasangan terasa terisolasi. Tidak boleh bergaul dengan orang lain adalah hal yang sangat menyiksa. Terlebih lagi tidak boleh bergaul dengan sahabat sendiri. Bukankah sahabat merupakan tempat kita mencurahkan perasaan? Namun apa yang terjadi ketika kita dilarang untuk bergaul dengan sahabat sendiri? Perasaan yang sangat menyesakkan dada, ketika kita ingin bercerita mencurahkan perhatian namun terhalang tembok yang kokoh.

Baca Juga :

Jika telah terjadi hal sedemikian rupa, cara yang terbaik adalah memutuskan tali kasih yang baru seumur jagung. Sebelum semuanya terlambat dan menjadi masalah yang lebih besar memang itu adalah keputusan yang terbaik. Pilihan yang tepat  tentu akan memilih sebuah persahabatan yang akan terus berjalan hingga tua nanti daripada mempertahankan sebuah cinta yang hanya seumur jagung. Banyak orang bilang putus cinta sudah biasa, kalau jodoh tidak akan kemana. Oleh karena itu jalanilah hidup tanpa ada penyesalan.

Kini aku dapat tertawa lepas terpingkal-pingkal tanpa harus menjaga image atau jaim di hadapan  seseorang yang posesif tingkat dewa. Nikmati masa muda sebelum janur kuning melengkung dan memilliki ikatan suci antara kita.

[the_ad_group id=”54″]