Cinta Yang Tak Terucap

Kamu, Perempuan yang saat ini sedang aku inginkan. Kau tau? Saat ini hati ku sedang tertuju padamu. Sedang mendambakan mu. Tapi aku memilih diam.

Karena mungkin menurutku, itu lebih baik. Biar ini ku simpan dalam hati. Tanpa kau sadari, mata ku selalu tertuju padamu. Memperhatikan setiap hal kecil yang kau lakukan. Memandang setiap lengkungan senyum mu.

Setiap aku berada di sisimu, jantung ini selalu berdegup kencang. Saat itu juga, aku berharap waktu bisa berhenti sebentar saja. Agar aku bisa bersama mu setidaknya lebih lama.

Bisa saja, aku mengungkapkan rasa ini. Tapi aku lebih memilih untuk memendam, karena aku takut. Takut sekali. Takut jika kamu tiba – tiba menjauh dari ku. Aku takut jika nanti aku tidak bisa memandang senyum mu lagi. Tidak bisa memperhatikan setiap hal kecil yang kau lakukan.

Biar aku menjaga mu dari kejauhan. Aku pernah mendengar lirik dalam sebuah lagu. Dalam lagu tersebut tertulis “Biarkan ku memelukmu, tanpa memelukmu, menganggumi mu dari jauh”. Begitulah yang saat ini aku rasakan.

Setidaknya, aku bisa menjagamu dari kejauhan. Walau sebenarnya tidak bisa setiap saat aku bisa menjaga mu. Selama aku ada di sisimu, ku pastikan kau tetap aman.

Aku sekarang hanya bisa berdoa. Jika memang kamu untukku, aku selalu meminta pada tuhan untuk di dekatkan. Jika memang tidak, tak apa. Setidaknya aku sudah berusaha agar kamu sadar bahwa sebenarnya aku memiliki rasa.

Aku pun tak tau jika nanti akhirnya, ada seseorang yang dapat menjaga mu setiap saat. Tapi jika memang itu membuat mu bahagia, aku tak apa. Bahagia mu mungkin akan jadi bahagia ku juga. Walaupun sebenarnya tidak.

Cinta yang tak terucap memang menyakitkan sekali. Tapi, menurutku itu akan lebih menyakitkan jika kamu tau yang sebenarnya, kamu pasti akan menjauh dari ku. Jadi, ku pastikan rasa ini tidak terlalu terlihat di depan mu.

Semoga hari – hari mu tetap menjadi hari yang terbaik setiap hari nya. Semoga senyum mu tetap terpancar. Salam dari ku, yang mengagumi dari kejauhan.