Hai teman, bagaimana kabarmu?

Sudah lama kita tidak bertukar kabar. Terakhir kamu menemuiku saat ada masalah. Kita berdua mencoba menyelesaikan masalahmu, ku harap kamu tidak pernah lupa saat itu.

Apakah semuanya baik-baik saja?

Kurasa jawabannya iya, karena aku lihat hidupmu terasa menyenangkan. Semoga ini tidak hanya dalam pikiranku, aku harap kamu benar dalam keadaan baik-baik saja.

Setelah sekian lama, ingin aku bertanya ini padamu: Apakah kamu benar menganggapku teman?
Kalau jawabanmu iya, mengapa kamu datang kepadaku ketika hanya pada saat susah? Kemana kah kamu ketika sedang senang? Apakah begitu saja melupakanku?
Kalau jawabanmu tidak, mengapa aku jadi tempatmu ketika kamu dilanda masalah? Apakah bagimu aku hanya tempat menyelesaikan masalah?

Beberapa kali kamu memperlakukanku seenaknya, apakah itu perbuatan seorang teman? Hey, aku manusia biasa yang bisa sakit hati. Ketika kamu menganggap aku teman, mengapa kamu menyakiti teman sendiri? Apakah benar kita memang seorang teman? Mengapa kamu memanfaatkan aku, wahai teman?

Saat kamu ada masalah, aku bahagia bisa membantumu. Artinya kamu begitu mempercayaiku dengan menceritakan semua keluh kesahmu. Telinga selalu ku buka lebar untuk mendengarkan ceritamu, terkadang ketika kamu meminta saran, ku coba untuk berpikir lebih keras agar saranku bisa membantu masalahmu. Karena aku ingat, teman harus saling membantu. Itu adalah arti seorang teman.

Namun, beberapa kali ku jumpai bahwa kamu tidak pernah menganggapku. Aku kecewa. Bahkan, untuk mengetahui kabarmu saja aku tidak tau. Bukankah seharusnya teman saling menanyakan keadaan: “Apakah semuanya baik-baik saja?”

Jika begitu adanya, berjalanlah teman. Seorang teman tidak hanya mencari temannya ketika saat butuh saja lalu ditinggalkan. Seorang teman tidak akan memperlakukan temannya semena-mena, sifatmu yang terkadang tidak tahu diri membuatku sedih. Tapi, biarlah ku simpan semua dalam kenangan pertemanan kita, bahwa ini semua pelajaran dalam kehidupan.
Kelak, jika kamu kesusahan, apakah kamu akan mencariku kembali? Apakah aku hanya temanmu yang seperti tempat persinggahan?

Alasan-alasan yang kamu berikan mungkin banyak, tapi belum tentu bisa menutup semua kekecewaan ini, TEMANKU.