Karena Sebuah Pertanyaan: Siapa Aku?

Bila kita memang pernah satu rasa, katakanlah.
Kenangan dan momen tidak bisa menjelaskan tanpa ada kata yang terucap.
Bila kita memang saling ditakdirkan satu sama lain, ikatlah.
Karena pertanyaan: siapa aku? Akan selalu hadir di setiap detik bersama.

Bukan maksudku untuk menjadi agresif dalam cerita ini, namun, aku ingin ada kejelasan. Semua panggilan, pesan, keluh kesah dan ceritamu selalu aku tampung dalam ingatanku. Setiap saat kau membutuhkanku, aku selalu meluangkan waktuku untuk menjadi garda terdepan dengan segala ceritamu, namun, siapakah aku?

Ketika semua terasa tenang, kamu pergi begitu saja hilang tanpa kabar. Aku menunggu bagaimana keadaanmu terkadang. Setiap malam aku bertanya, apa arti ini semua?

Aku selalu menjadi sebuah rumah singgah yang tidak pernah kau hargai, kurasa. Ketika kau ingin berteduh, kau datang kepadaku dengan air mata dan semua cerita. Ketika kau sudah cukup, kau pergi begitu saja seakan semua tiada arti.

Namun, seberapa pantas semua ini untuk aku tunggu?
Siapa aku?
Pertanyaan ini begitu sederhana, bukan sebuah pertanyaan jebakan, ini sebuah pertanyaan tentang kepastian/

Aku ingin dihargai. Aku bukan hanya tempat yang kau datangi saat kau membutuhkan tempat untuk cerita lalu kau pergi menghilang dan tiada kabar. Aku sangat tidak menyukai keadaan ini, bagiku ini sangat menyiksa perasaanku. Bahwa aku bukanlah tempat persinggahan yang tiada artinya.

Mungkin, bagimu ini terdengar aneh atau sepele. Bagiku ini adalah sebuah pertanyaan untuk meluruskan momen ini.

Siapa aku?  Tolong jawab pertanyaan ini dengan baik. Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan tentang pertanyaan ini. Aku menunggu jawaban yang kau berikan, sebuah jawaban yang bisa menjelaskan posisiku. Tolong, jawab ini, siapa aku?