Kuatkan bahumu, kamu harus berjalan sendiri.

Beberapa kali kita harus mengalah dan bersabar karena kita yakin bahwa beberapa orang sedang belajar dan berhak ditemani hingga berhasil melalui ini. Hingga akhirnya kamu lelah dalam mengalah dan bersabar, bahwa orang yang selama ini kamu yakini bakal berubah ternyata sangat kekanak-kanakan. Akhirnya, kamu pergi dan mencoba memulai hidup baru.

Pernahkah kamu mencoba berjalan dan memasuki kehidupan seseorang? Tentu yang kamu pikirkan adalah apakah semuanya akan terasa pantas bagi kalian berdua. Apakah orang yang kamu perjuangkan mengerti tentang perjuangakn kamu? Apakah semua terasa imbang bagi kedua pihak? Ataukah setelah kamu berusaha sejauh mungkin semuanya terasa sia-sia dan tidak berarti?

Ketika aku masuk ke dalam kehidupanmu, bukan berarti aku selalu memegang tanganmu. Kadangkala, kamu harus berjalan sendiri. Ketika kamu berjalan di lorong yang gelap, aku tidak berjanji selalu ada menemanimu. Akan tetapi, aku bisa menjanjikan untuk memberimu lilin dan kamu bisa berjalan sendiri. Ketika kamu kepanasan di siang yang terik, aku tidak akan memayungimu setiap saat. Akan tetapi, aku berjanji akan selalu memberimu es krim  segar yang bisa kita nikmati bersama dan bertukar cerita bagaimana kita bisa melewati hari bersama. Aku ingin kita bersama, namun kamu harus selalu kuat dan menjadi orang yang mandiri.

Kamu harus lebih dewasa, kamu harus menguatkan diri kamu sendiri. Bukan berarti aku tidak peduli dengan diri kamu. Hanya saja kamu tidak boleh manja dan bergantung terus kepada orang lain. Dunia luar di sana keras, kamu harus membiasakan diri kamu dengan pergulatan takdir, kamu tidak boleh berharap terus kepada orang lain.

Mungkin, memang aku lelah dan memutuskan untuk pergi. Agar kamu bisa belajar lebih dewasa, mandiri, dan tidak manja lagi. Kuatkan bahumu, kamu harus berjalan sendiri.