[the_ad_group id=”54″]

 

Ketika semua sudah pecah dan musnah apakah aku masih pantas untuk marah? Segala asa yang tersusun rapi harus dihempaskan ke dasar hati. Tidak ada yang salah, bukan aku, bukan kamu, bukan kita. Hanya ego saja yang tidak mau berkompromi.

Lalu, jika sudah seperti ini, tidakkah kita mencoba lagi? Entah bagaimana, intinya mari kita jalani. Aku dan kamu memang selarasnya adalah satu. Maka kembali menjadi satu lagi adalah solusi untuk kali ini.

Pertama-tama, mari kita bertandang ke hati masing-masing. Kita selami apa yang sebenarnya kita ingin. Pencapaian apalagi yang kita tunggu, hingga penyatuan terus saja kita tangguhkan seperti itu.

Jika sudah kita temui pusat kegundahan hati, marilah kesini. Kita duduk berdua, bicara dari hati ke hati, lemparkan kembali rasa yang hampir mati agar kita bisa kembali menghalau sepi yang sempat menggelayuti. Jangan diam, bicaralah. Hanya melalui bicara kita bisa bersatu kembali.

Baca Juga :

Merasa tidak asing dengan penggalan-penggalan puisi diatas? Atau malah kalian sendiri mengalaminya? Dimana saat hubungan yang seharusnya disikapi secara dewasa justru saling mengedepankan ego seperti anak kecil.

Kali ini kita akan mengulas tentang tips dan trik bagaimana cara berfikir dewasa dalam menyikapi apapun pada sebuah hubungan. Tidak maukan sudah saling sayang, eh tidak jadi ke pelaminan? Kalau begitu, simaklah beberapa tips di bawah ini :

 

Berjuang Bersama Layaknya Tim Solid

Berjalan dan berjuang bersama memang merupakan kunci sukses sebuah hubungan. Tidak ada ceritanya hubungan langgeng jika berjalan sendiri-sendiri. Hanya kesalahpahaman yang berujung perpisahan yang sering terjadi.

Jangan egois, jangan saling menonjolkan diri dan bersikap ‘saingan’ dengan pasangan. Justru bekerja sama dan berjalan bersama dalam segala hal. Ibaratkan kalian adalah tim solid bukan tim lawan. Saling berempati saat terjadi masalah dan tidak iri saat salah satu mendapat keberuntungan.

 

Jangan Berlebihan dalam Mencintai

Semakin dewasa, banyak yang harus kalian lakukan dan kerjakan. Tidak selalu berporos pada pasangan ataupun diri sendiri. Mencintai pasangan dengan terlalu dalam hanya akan membuat diri menjadi gampang curiga dan mudah bosan.

Siklus hati manusia memang aneh. Sekarang begitu mencintai, detik berikutnya bisa jadi amat membenci. Oleh karena itu, perasaan yang sedang-sedang saja akan membuat hubungan lebih sehat dan awet. Jangan seperti abg labil ya, sekarang pamer kemesraan, eh besoknya sudah putusan.

 

Saling Menghargai Hak Pasangan

Tidak selamanya pasanganmu akan ada setiap waktu untukmu. Dunianya tidak hanya ada padamu, bukan? Jangan selalu menjadi yang ingin dimengerti tapi sulit untuk mengerti. Kalian sudah dewasa, berfikirpun harus secara dewasa pula.

Saling menghargai tidak akan membuat kalian kehilangan apapun. Justru akan membuat pasangan kalian semakin menatap dan menetap. Dengan menghargai kalian telah memberikan kenyamanan dan privasi. Ingat! Kenyamanan adalah hal utama sebagai alasan mempertahankan sebuah hubungan.

 

Stop Membandingkan Si ‘dia’ dengan Orang Lain

Semua orang tidak ada yang ingin dibandingkan dengan siapapun. Apalagi pasangan. Membanding-bandingkan pasangan merupakan hal paling utama pemicu prahara. Apalagi yang menjadi tolok ukur adalah pasanganmu sebelumnya.

Bisa saja, apa yang tidak dimiliki mantanmu dulu ada pada pasanganmu saat ini, begitupun sebaliknya. Belajarlah melihat segala sesuatunya dari banyak sudut pandang. Jangan terpaku hanya pada satu kelebihan orang lain hingga akhirnya tidak bisa melihat kelebihan diri sendiri dan sebaliknya.

Sebuah hubungan awet atau tidaknya tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Bagaimana cara kita menempatkan diri secara semestinya. Semoga beberapa tips diatas bisa membantu kalian dan pasangan. Terima kasih.

[the_ad_group id=”54″]