[the_ad_group id=”54″]

Menikah adalah sebuah janji yang sakral. Tidak boleh menjadi suatu ajang untuk bermain-main. Jika kamu telah memutuskan untuk menikah, itu adalah sebuah keputusan besar. Maka, kamu harus siap dengan segala konsekuensi yang kamu hadapi. Menikah adalah ikatan dua anak manusia untuk berhubungan yang direstui  Tuhan, jangan sekali-kali kita meremehkannya.

Menikah muda butuh keberanian besar. Bagi mereka yang sudah memilih untuk menikah muda, maka setia dengan satu pasangan adalah kewajiban. Masa muda memang dipenuhi perjalanan mencari kesenangan. Menikah muda menjadikan kita tidak boleh lagi menggoda atau merayu orang lain meskipun dengan niat bercanda. Hargailah perasaan pasanganmu. Bayangkan bagaimana jika berada di posisinya? Tentu tidak mau, kan?

Setia dalam hubungan adalah sebuah kewajiban. Kesetiaan kita pada pasangan menunjukkan kualitas diri kita ke lingkungan. Memang, ada beberapa orang yang menganggap bahwa terkadang menggoda ke orang lain adalah bercanda. Bercanda mempunyai batasan. Beberapa orang sangat risih apabila melihat orang yang sudah menikah namun masih pecicilan.

Menikah bukan saja tentang sah dan bisa tinggal bersama pasangan. Menikah adalah komitmen seumur hidup. Umur yang masih muda tidak boleh dijadikan alasan bahwa kita masih labil. Menjalani bahtera rumah tangga mesti ada pemikiran yang matang. Maka, setialah dengan pasanaganmu. Hargailah pasanganmu sebagaimana kamu ingin dihargai.

Ada beberapa orang yang sangat “iseng”. Di luar rumah dia sering kali menganggap dirinya masih lajang. Padahal dia telah menikah. Pecicilan sana sini dengan menggoda orang lain. Sangat membuat orang terkadang muak. Ketika memutuskan untuk menikah, perjalanan cinta hanya khusus untuk satu orang. Tidak ada orang ketiga, keempat, atau kelima. Hanya ada antara istri dan suami.

Berhentilah bersikap pecicilan jikalau kamu sudah menikah.Mulai bangun komitmen, cintai pasanganmu seutuhnya, sayangi dia, jadikan dia satu-satunya, sudahi perjalanan mencari cinta. Karena saat ini kisah cinta kalian dihadapkan di depan Tuhan. Sekali lagi, tolong berhenti pecicilan. Cukupkan kelakuanmu itu waktu belum menikah saja, karena orang yang tidak setia itu orang yang pengecut.

[the_ad_group id=”54″]