Notifikasi !!!

Udara pagi dan sinar matahari adalah kombinasi yang tepat untuk melegakan pikiran.
Melihat notifikasi namun tidak ada satupun pesan darimu. Pikirku pun mulai menjauh tak menentu. Obrolan singkat bagimu mungkin hanyalah sekedar obrolan numpang lewat, tapi bagiku itu adalah sebuah kebahagiaan.

Pesan darimu kuterima, menyakan sesuatu yang mungkin bisa aku bantu. Pikirku lega, ternyata kamu masih mengingatku. Setelah lama kunanti untuk obrolan singkat, akhirnya kamu benar-benar mencoba untuk berbicara kepadaku. Senyumku tidak berhenti mengalir, ah aku merasa begitu bahagia melihat pesanmu.

Aku selalu senang saat menghabiskan waktu mendengar suaramu. Bagiku itu adalah waktu yang sangat menenangkan dan memberi perasaan yang sangat menyenangkan. Aku selalu mencari jawaban mengapa suara teduhmu tidak perah membosankan, namun aku tidak pernah tau mengapa.

Berminggu-minggu menghilang tiada kabar, obrolan lama kita terlewat begitu saja bagai debu di musim panas. Kering dan tidak berguna. Aku mencoba mengingat bagaimana rasanya mengobrol denganmu, karena bagiku kita makin menjauh.

Namun, kamu datang lagi menyapa. Hal ini begitu membingungkan. Hingga aku menyadari bahwa kamu mencariku Ketika saat butuh saja, bagimu aku adalah salah satu pilihan yang kamu temui apabila sudah buntu. Entahlah apa yang mestinya kurasakan. Senang atau sedih bagiku udah taka da arti lagi. Semuanya terasa begitu—asing bagiku.

Menjadikanku tujuan Ketika kamu butuh mungkin terasa biasa aja bagimu, tapi itu cukup melukaiku. Aku tidak pernah mengira bahwa kehadiranku hanyalah pilihan semata, bukan menjadi yang utama. Semua itu berbanding terbalik dengan perasaanku padamu. Aku selalu menunggu saat bisa mengobrol denganmu—suara yang begitu jernih.

Entahlah, mungkin perasaan ini dari awal memang tidak sejalan. Cerita ini mungkin bukan punya kita.