Sampai Jumpa Di Lain Waktu !!!

Bila waktu telah habis, semua kata pun akan terkikis. Kita melihat masa lalu yang kita tau hanya soal masalah melupakan waktu. Kita kembali ke diri sendiri mencoba mencari jawaban ada apa kita selama ini.

Setiap orang mempunyai batas memaafkan yang berbeda. Ketika aku sedang berusaha untuk berada di dekatmu, kamu tidak pernah menggubrisku. Kamu hanya menganggap aku angina lalu. Hei, lihatlah aku di sini, aku adalah manusia biasa yang bisa marah dan terluka. Ku mohon, jangan pernah menyia-nyiakan orang yang benar-benar peduli terhadapmu.

Sikap dingin dan cuekmu mengubah sikapku. Aku bingung bagaimana menanggapi ini. Awalnya tetap bertekad dan berusaha untuk tetap mengejarmu, berharap kelak suatu saat kamu berubah dan menanggapiku. Mungkinkah kamu akan melihatku yang selalu berjuang di sini?

Namun, hari demi hari aku mulai lelah. Kamu juga tidak pernah berubah. Sikapmu tetap dingin dan cuek kepadaku, perjuangan yang telah aku lakukan tidak pernah kamu anggap. Nyatanya, aku memang hanyalah angin lalu untukmu.

Kelak lambat laun semua akan kembali tersadar, mereka yang disia-siakan tentu saja tidak selalu bertahan. Semua orang punya batas, akupun begitu.

Akhirnya, aku berani mengambil keputusan. Aku berjalan melangkah untuk menjauh darimu. Bukan, bukan aku pengecut dan menyerah. Hanya saja menurutku aku terlalu lelah menerima ini semua, aku telah mencoba segala cara, nyatanya kamu tidak pernah peduli.

Tenanglah, biar aku memang menjauh untuk kebaikan diriku sendiri. Aku mencoba menghargai diriku sendiri, selama ini apa yang aku perjuangin terasa sia-sia. Batasku sudah limit, mungkin kamu bisa menemukan yang lain di sana.

Pesanku: Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang tulus terhadapmu. Dingin dan cuek bukanlah jawaban yang tepat. Apabila memang tidak menyukainya, tinggal katakan saja. Sikapmu yg cuek malah menimbulkan tanda tanya bagiku.

Belajarlah dewasa, mencoba untuk memahami keadaan orang lain. Jangan egois, pikirkan gimana perasaan orang lain. Apabila kisah ini gagal untukmu dan aku, tidak apa. Aku akan pergi merajut kisah yang lain, sampai jumpa di lain waktu.